Marlina Muzakir Silaturahmi dengan Warga Aceh di Samarinda, Bawa Semangat Persaudaraan
Lingkanews.com | Samarinda — Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir, menggelar pertemuan hangat dengan masyarakat Aceh yang bermukim di Samarinda, Kalimantan Timur, pada Senin malam, 7 Juli 2025. Ia hadir bersama Staf Ahli TP PKK Aceh, Mukarramah, dan Ketua DWP Aceh, Malahayati, di sela rangkaian kunjungan resmi memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53, Rakernas X PKK, dan HUT ke-45 Dekranas tahun 2025.
Silaturahmi tersebut berlangsung di sebuah warung makan khas Aceh di kawasan Samarinda Ulu. Kehadiran Marlina disambut hangat oleh warga Aceh yang telah lama menetap di kota itu. Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesi, seperti PNS, TNI-Polri, pedagang, hingga mahasiswa.
“Pertemuan ini bukan hanya pelepas rindu, tetapi juga bentuk penguatan ikatan batin antara Aceh dan warganya yang merantau,” ujar Marlina.
Warga Rantau, Wajah Aceh di Daerah Lain
Selama pertemuan, Marlina mendengar langsung cerita perjuangan warga Aceh dalam membangun kehidupan di tanah rantau. Ia mengapresiasi semangat warga Aceh yang tetap menjaga budaya, bahasa, dan solidaritas meski berada jauh dari kampung halaman.
Ia juga berpesan agar masyarakat Aceh di Kalimantan Timur tetap menjadi contoh positif dan menjaga nama baik daerah asal. Menurut Marlina, warga perantauan adalah wajah Aceh di luar daerah.
“Saya berharap, di mana pun berada, masyarakat Aceh bisa menjadi inspirasi, menjunjung nilai-nilai kearifan lokal, dan tetap kompak,” ungkapnya.
Selain itu, Marlina mendorong terbentuknya forum komunikasi warga Aceh di Samarinda dan sekitarnya sebagai sarana saling dukung dan memperkuat jaringan antarwarga.
Rangkaian Agenda Nasional Berlangsung Meriah
Sementara itu, mulai 8 hingga 11 Juli 2025, Marlina dan delegasi PKK Aceh mengikuti agenda nasional PKK dan Dekranas yang berlangsung di dua kota, yaitu Samarinda dan Balikpapan.
Peringatan HKG PKK ke-53 akan dibuka di Plenary Hall Sempaja Samarinda pada 8 Juli. Panitia mencatat sebanyak 1.700 peserta dari seluruh Indonesia telah terdaftar. Keesokan harinya, pada 9 Juli, rombongan akan menghadiri peringatan HUT ke-45 Dekranas di Balikpapan dengan 898 peserta.
Kegiatan akan ditutup dengan kunjungan ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 10 Juli. Agenda ini bertujuan memperkenalkan kemajuan pembangunan IKN sebagai simbol masa depan Indonesia yang modern dan inklusif.
Marlina menyampaikan pentingnya partisipasi perempuan Aceh dalam kegiatan berskala nasional. Ia menilai forum seperti ini sangat strategis untuk bertukar gagasan, memperluas jaringan, dan memperkuat peran perempuan dalam pembangunan.
“Perempuan Aceh harus percaya diri, aktif, dan terus belajar agar bisa bersaing serta berkontribusi di berbagai bidang pembangunan,” tegasnya.