Pembinaan CPNS dan PPPK 2024 di Kemenag Bireuen: Zulkifli Tekankan Akhlak, Loyalitas, dan Inovasi

Lingkanews.com | Bireuen — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd., secara langsung memberikan pembinaan kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun 2024. Kegiatan tersebut berlangsung penuh semangat di Aula Kemenag Bireuen pada Rabu, 23 Juli 2025.

Zulkifli Dorong ASN Baru Jadi Teladan Layanan Publik

Dalam arahannya, Zulkifli menekankan pentingnya integritas, loyalitas, serta kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas di lingkungan Kementerian Agama. Ia mengingatkan bahwa status sebagai ASN tidak hanya sebatas administratif, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.

“Jangan hanya mengejar status. Jadikan amanah ini sebagai ladang pengabdian. ASN Kemenag harus bekerja dengan akhlak, keikhlasan, dan tanggung jawab,” ujar Zulkifli dengan tegas.

Tak hanya itu, ia juga mendorong CPNS dan PPPK untuk memberikan kontribusi nyata dalam perbaikan kualitas layanan publik, baik di bidang administrasi, pendidikan, maupun keagamaan. Menurutnya, semangat kerja yang tinggi serta ketaatan terhadap aturan akan menciptakan budaya kerja yang sehat dan produktif.

“Kami menginginkan kehadiran kalian membawa perubahan. Jadilah agen transformasi di tempat kalian bertugas,” tambahnya.

Subbag TU dan Kepegawaian Tekankan Adaptasi dan Tanggung Jawab

Kegiatan pembinaan turut dihadiri oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Bireuen, Iskandar, S.HI. Ia menyampaikan bahwa seluruh ASN baru wajib memahami ritme kerja birokrasi dan menunjukkan sikap proaktif sejak hari pertama bertugas.

“Jangan menunggu perintah. ASN harus mampu menilai situasi, mengambil inisiatif, dan menyelesaikan tugas dengan tanggung jawab,” katanya saat menyampaikan pengarahan di hadapan peserta.

Sementara itu, Analis Kepegawaian Kemenag Bireuen, Munawir, S.E., memberikan paparan teknis terkait pengelolaan kepegawaian. Ia menjelaskan bahwa CPNS dan PPPK harus segera memahami alur administrasi kepegawaian mulai dari pengisian data kepegawaian, penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), hingga memahami regulasi ASN terbaru.

“Pemahaman teknis ini penting agar tidak terjadi kesalahan administrasi yang bisa berdampak panjang. Ini bukan hanya urusan data, tapi menyangkut masa depan karier ASN itu sendiri,” terang Munawir.

Membangun ASN Profesional di Era Digital

Selain itu, pembinaan ini juga menyoroti tantangan ke depan yang dihadapi ASN, terutama dalam menghadapi era digital dan transformasi pelayanan publik. Zulkifli berharap CPNS dan PPPK mampu meningkatkan kompetensi digital serta membuka diri terhadap perubahan sistem dan budaya kerja.

“Kita memasuki zaman yang menuntut kecepatan dan ketepatan. ASN Kemenag harus siap berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan terus belajar agar tidak tertinggal,” ujarnya.

Melalui kegiatan pembinaan ini, Kemenag Bireuen berharap para CPNS dan PPPK dapat memahami peran strategis mereka sebagai ujung tombak pelayanan kementerian. Tidak hanya dalam rutinitas birokrasi, tetapi juga sebagai perpanjangan tangan negara yang membawa nilai-nilai moderasi beragama dan kemanusiaan.

Berikan Komentar
error: Content is protected !!