Warga Terdampak Banjir di Peusangan Masih Kekurangan Air Bersih dan MCK, Relawan Pasang Skyhydrant

Relawan YPANBA dan JMK memasang skyhydrant di Meunasah Kubu, Desa Kubu, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Senin, 19 Januari 2026.

Lingkanews.com | Bireuen — Warga terdampak banjir di Kabupaten Bireuen hingga kini masih kesulitan memperoleh air bersih dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang layak. Kondisi tersebut terjadi di salah satu lokasi pengungsian Desa Kubu, Kecamatan Peusangan.

Keterbatasan air bersih dan sanitasi memperberat aktivitas harian warga, baik yang masih mengungsi di Meunasah Kubu maupun yang telah kembali ke rumah masing-masing. Situasi ini mendorong lembaga kemanusiaan turun langsung membantu warga.

Relawan Pasang Skyhydrant di Lokasi Pengungsian

Yayasan Pengembangan Anak Bangsa (YPANBA) bersama Jejaring Masyarakat Kemanusiaan (JMK), dengan dukungan Penabulu, memasang satu unit skyhydrant di lokasi pengungsian utama. Fasilitas tersebut menyediakan air bersih layak minum bagi warga terdampak banjir.

Ketua YPANBA, Ruwaida, menegaskan bahwa air bersih dan sanitasi layak menjadi kebutuhan mendasar dalam situasi darurat. Menurutnya, fasilitas tersebut sangat penting bagi perempuan, anak-anak, lansia, dan kelompok berisiko lainnya.

Edukasi Pemanfaatan Air Minum Aman

Relawan JMK, Olan Alfian, menjelaskan bahwa tim memasang skyhydrant dengan tiga tap stand yang dapat langsung digunakan warga. Selain itu, relawan memberikan edukasi terkait penggunaan air minum yang aman dan higienis.

Relawan juga menunjuk Sekretaris Desa Kubu, Helmi, sebagai penanggung jawab pemantauan kualitas air. Langkah ini bertujuan menjaga pemanfaatan fasilitas agar tetap optimal selama masa penggunaan.

Fasilitas Bersifat Sementara Tiga Bulan

Olan menyebutkan skyhydrant tersebut bersifat sementara dan dapat digunakan hingga tiga bulan ke depan. Ia berharap pemerintah daerah segera menyiapkan solusi permanen, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

Relawan juga menyerahkan sejumlah peralatan perawatan untuk menjaga kualitas air di area pengungsian agar tetap layak konsumsi.

MCK Warga Belum Pulih Pasca Banjir

Sementara itu, fasilitas MCK di rumah warga terdampak banjir masih belum memadai. Kondisi tersebut membuat sebagian warga masih bergantung pada fasilitas darurat di pengungsian.

Staf YPANBA, Desy, berharap ada dukungan lanjutan dari berbagai pihak. Ia menilai bantuan MCK sangat dibutuhkan agar warga dapat menjalani aktivitas harian dengan lebih sehat dan aman.

Berikan Komentar
error: Content is protected !!