Isa Alima Pertanyakan Kehadiran Negara di Tengah Kelangkaan BBM, LPG, dan Sembako di Aceh
Lingkanews.com | Banda Aceh — Pemerhati publik Drs. Isa Alima menyoroti kelangkaan BBM, LPG, dan sembako yang semakin membebani warga Aceh pascabencana. Ia melihat masyarakat terus bergerak memberikan bantuan tanpa menunggu instruksi, sementara negara belum terlihat hadir secara maksimal di lapangan.
Ia menyampaikan apresiasi besar kepada rakyat Aceh yang tetap menjaga solidaritas kuat di tengah situasi yang melelahkan. Menurutnya, ketahanan sosial Aceh hidup karena warganya saling menguatkan dan tidak membiarkan satu sama lain tenggelam dalam kesulitan.
Rakyat Bergerak Tanpa Menunggu Perintah
Isa Alima menyampaikan bahwa masyarakat Aceh menjadi pihak pertama yang selalu hadir ketika bencana melanda. Mereka mengevakuasi korban, mengirimkan bantuan makanan, dan memperbaiki kebutuhan penting secara mandiri tanpa harus menunggu komando dari pemerintah.
Ia memandang gerakan spontan tersebut sebagai bukti bahwa Aceh memiliki jiwa sosial yang tidak pernah padam. Kekuatan itu, menurutnya, harusnya menjadi fondasi yang diperkuat oleh negara, bukan dibiarkan berdiri sendiri pada masa krisis.
Pertanyaan Tajam: Di Mana Negara?
Setelah menyampaikan apresiasi, Isa mengajukan pertanyaan penting tentang kehadiran pemerintah dalam situasi ini. Ia menyatakan bahwa kelangkaan BBM, LPG, serta kenaikan harga sembako telah menambah kesulitan warga yang sebelumnya sudah kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.
Ia menilai tidak wajar jika masyarakat diminta bertahan sendiri, sementara negara belum mengambil langkah cepat untuk memastikan kebutuhan dasar tersedia. Menurutnya, pemerintah seharusnya berada di garis depan, bukan sekadar memantau dari jauh tanpa intervensi tegas.
Tuntutan Aksi Cepat Tanpa Birokrasi Rumit
Isa mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk menghindari birokrasi panjang dan bergerak secara terukur. Ia mengatakan distribusi BBM harus masuk hingga ke wilayah terpencil karena masyarakat pedalaman sering kali menjadi pihak paling terdampak kelangkaan energi.
Ia juga meminta pemerintah memastikan LPG tersedia dengan harga stabil dan sembako tidak dikendalikan oleh spekulan pasar. Pengawasan lapangan, menurut Isa, harus berjalan langsung dan tidak berhenti pada rapat-rapat formal yang tidak memberi dampak nyata bagi warga.
Aceh Membutuhkan Kehadiran Nyata dari Negara
Menurut Isa, Aceh tidak membutuhkan janji baru, tetapi kehadiran nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Ia menekankan bahwa rakyat Aceh telah melakukan perannya dengan maksimal, sehingga kini negara harus berdiri bersama mereka dalam menghadapi krisis berlapis.
Ia menyampaikan bahwa suara rakyat tidak boleh diabaikan, terutama ketika mereka sudah melakukan banyak hal yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara. Isa berharap pemerintah segera tampil dengan tindakan konkret untuk memastikan kebutuhan pokok kembali stabil dan dapat dijangkau warga.





