Jembatan Putus dan Warga Meninggal: Aceh Tenggara Lumpuh Diterjang Banjir Besar

Kondisi salah satu jembatan di Aceh Tenggara yang ambruk akibat banjir pada Kamis, 27 November 2025.

Lingkanews.com | Kutacane — Banjir besar melanda Aceh Tenggara dan memutus sejumlah jembatan yang menghubungkan antarwilayah di kabupaten tersebut. Akses warga terputus, mobilitas lumpuh, dan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan satu korban meninggal dunia akibat bencana itu.

Hujan deras yang mengguyur Aceh Tenggara selama beberapa hari terus meningkatkan debit sungai hingga akhirnya meluap ke permukiman warga. Luapan air tidak hanya merendam rumah, tetapi juga merusak infrastruktur dan membuat sejumlah gampong terisolasi.

Empat Jembatan Putus dan Akses Antarwilayah Terhenti

BPBA menyampaikan laporan rinci mengenai kerusakan jembatan yang mengalami putus total akibat kuatnya arus banjir. Laporan itu memastikan banjir menghantam struktur vital yang menghubungkan berbagai kecamatan.

Haslinda Juwita, staf Pusdatin BPBA, menjelaskan kerusakan tersebut dalam keterangan resmi pada Kamis (27/11/2025), dan menegaskan bahwa kondisi di lapangan semakin memprihatinkan.

Sedikitnya empat jembatan rusak total, yaitu jembatan Mbarung di Kecamatan Babussalam, jembatan Natam di Kecamatan Darul Hasanah, serta jembatan Salim Pipit di Kecamatan Babul Rahmah. Keempatnya menjadi jalur penting bagi aktivitas harian warga.

Jembatan Silayar di Kecamatan Ketambe juga ambruk, sehingga menambah jumlah wilayah yang terisolasi akibat banjir.

Kerusakan Infrastruktur Meluas dan Gampong Terisolasi

Banjir tidak hanya memutus jembatan, tetapi juga menyebabkan tanggul sungai jebol di beberapa titik. Jebolnya tanggul ini membuat arus deras masuk lebih jauh ke permukiman dan lahan warga. Aliran air yang semakin kuat ikut merusak badan jalan dan membuat akses transportasi tidak bisa digunakan.

Sejumlah gampong di Aceh Tenggara kini terisolasi karena kerusakan infrastruktur yang meluas. Warga terpaksa berhenti beraktivitas karena tidak dapat melintasi jalur yang terputus.

Masyarakat berharap pemerintah segera memberikan bantuan alat berat dan dukungan logistik agar akses darurat dapat dibuka kembali.

Satu Warga Meninggal Dunia Akibat Banjir

BPBA melaporkan satu orang warga Aceh Tenggara meninggal dunia dalam peristiwa banjir tersebut. Korban bernama Sanah, berusia 40 tahun, berasal dari wilayah Darul Makmur.

Korban diduga terseret arus deras saat mencoba menyelamatkan diri, dan petugas menemukan tubuhnya setelah dilakukan pencarian.

Laporan BPBA menyebutkan bahwa kondisi air di berbagai titik hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda surut. Tingginya intensitas hujan memperlambat proses penanganan dan menambah risiko bagi warga di daerah rendah.

Petugas gabungan terus melakukan pemantauan untuk memastikan keselamatan warga yang masih berada di lokasi banjir.

Daftar Wilayah Terdampak Meluas di Sembilan Kecamatan

BPBA merinci daerah terdampak banjir di Aceh Tenggara yang mencakup sembilan kecamatan. Daerah tersebut meliputi Kecamatan Bambel, Ketambe, Tanoh Alas, Babul Rahmah, Darul Hasanah, Lawe Bulan, Bukit Tusam, Babussalam, dan Lawe Alas.

Daftar ini diperkirakan dapat bertambah jika hujan masih berlanjut dan luapan sungai meluas ke daerah yang lebih rendah.

Warga di kecamatan terdampak terus berupaya menjaga keselamatan dengan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Sejumlah warga memilih tinggal di rumah sanak saudara sementara menunggu kondisi membaik.

BPBA mengimbau masyarakat tetap siaga dan mengikuti instruksi petugas untuk meminimalkan risiko korban jiwa.

Berikan Komentar
error: Content is protected !!