Banjir Rendam Lima Kecamatan di Aceh Utara, Ratusan Rumah Terancam

Ilustrasi

Lingkanews.com | Aceh Utara — Hujan deras yang turun dalam beberapa hari terakhir memicu banjir di lima kecamatan di Aceh Utara pada Sabtu, 22 November 2025. Air menggenang dengan ketinggian antara 30 hingga 50 sentimeter di sejumlah titik permukiman warga.

BPBD Aceh Utara mencatat banjir mulai masuk ke kawasan padat penduduk sejak pagi. Debit air meningkat cepat setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah hulu dan daratan rendah. Warga melaporkan air masuk ke rumah dalam waktu singkat.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara, Fuad Mukhtar, menyampaikan bahwa situasi di lapangan berkembang dinamis. Ia menegaskan bahwa petugas masih memperbarui data jumlah rumah terdampak.

Menurutnya, banjir ini berpotensi bertambah jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Ia mengarahkan seluruh tim untuk menyisir lokasi terdampak dan memastikan evakuasi berjalan lancar.

Lima Kecamatan Mulai Terendam

Banjir merendam kecamatan Tanah Jambo Aye, Seunuddon, Baktiya, Muara Batu, dan Langkahan. Setiap kecamatan melaporkan genangan dengan tingkat keparahan berbeda.

Di Kecamatan Tanah Jambo Aye, air masuk ke permukiman di Gampong Teupin Bayu, Cempedak, Samakurok, Matang Drien, Meunasah Geudong, dan Teupin Gajah. Warga mulai memindahkan barang ke tempat yang lebih tinggi.

Kecamatan Seunuddon melaporkan banjir di Gampong Matang Jeulikat, Matang Anoe, Alue Baroh, Blang Pha, dan Matang Lada. Sebagian akses jalan utama ikut tergenang sehingga kendaraan bergerak perlahan.

Dampak Meluas ke Baktiya, Muara Batu, dan Langkahan

Di Kecamatan Baktiya, genangan terjadi di Gampong Matang Cut, Matang Kumbang, Cot Mane, Cot Ara, Lhok Seuntuh, dan Pante Breueh. Warga melapor bahwa air mulai memasuki dapur dan ruang tamu.

Kecamatan Muara Batu mencatat satu gampong terdampak yaitu Mane Tunong. Meski hanya satu titik, banjir di wilayah tersebut menghambat aktivitas warga yang bekerja di sektor pertanian.

Langkahan menjadi salah satu kecamatan yang mengalami kenaikan debit air cukup cepat. Banjir meliputi Gampong Panre Gaki Bale. Warga melaporkan air melintasi halaman rumah dan mengubah aliran kecil menjadi arus deras.

BPBD Imbau Camat Tetap Siaga di Wilayah

Fuad Mukhtar meminta para camat tetap berada di kecamatan masing-masing untuk mempercepat langkah penanganan. Ia menegaskan pentingnya respons cepat di tingkat desa untuk mengurangi risiko bagi warga.

Ia juga memastikan BPBD memantau kondisi cuaca harian. Petugas bersiaga untuk mengevakuasi warga lanjut usia, anak-anak, dan perempuan jika genangan terus meningkat. Tim reaksi cepat ditempatkan dekat titik rawan.

Menurutnya, beberapa lokasi membutuhkan pompa tambahan untuk mempercepat surutnya air. Ia meminta pemerintah desa segera melapor jika genangan bertambah dalam waktu singkat.

Peringatan Keamanan untuk Warga

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Aceh Utara, Mulyadi, mengimbau warga tetap siaga terhadap potensi banjir susulan. Ia meminta masyarakat membersihkan saluran air dan mengurangi aktivitas luar rumah saat hujan deras atau angin kencang.

Ia menekankan risiko korsleting listrik yang meningkat saat genangan bertambah. Warga diminta segera mematikan meteran listrik jika situasi tidak aman. Tindakan ini dapat mencegah kebakaran dan risiko sengatan listrik.

Mulyadi mengajak warga mengikuti seluruh informasi resmi pemerintah selama masa darurat. Ia meminta masyarakat memanfaatkan aplikasi Inarisk untuk memantau potensi bencana dan memilih jalur aman.

BPBD menyiapkan posko informasi dan mengatur distribusi bantuan jika genangan tidak surut dalam waktu dekat. Warga yang tinggal di daerah rendah diminta terus berkoordinasi dengan perangkat desa.

Berikan Komentar
error: Content is protected !!