Bantuan Logistik Mulai Mengalir ke Aceh Tamiang, Wilayah Terisolasi Berangsur Bisa Dijangkau

Kondisi Kabupaten Aceh Tamiang pada Senin, 1 Desember 2025, setelah dilanda banjir besar yang membuat jalanan dipenuhi lumpur dan menyulitkan aktivitas warga.

Lingkanews.com | Karang Baru — Bantuan logistik untuk warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang mulai mengalir dari pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, dan pemerintah kabupaten. Pemerintah daerah juga langsung menggunakan anggaran sendiri sejak hari pertama untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat.

Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, memastikan distribusi berjalan setiap hari dan seluruh wilayah terdampak masuk dalam prioritas utama.

Bantuan Masuk Melalui Jalur Laut, Sungai, dan Darat

Bantuan mulai tiba melalui jalur laut, sungai, dan sebagian jalur darat yang sudah dapat dilalui. Pemkab mempercepat distribusi agar warga tidak mengalami kekurangan pangan.

Sore ini, bantuan sembako yang masuk melalui Pelabuhan Kuala Langsa langsung bergerak menuju Kecamatan Sekerak. Wilayah tersebut menjadi daerah paling sulit dijangkau sejak banjir merendam Aceh Tamiang.

Delapan Desa Terisolasi Sudah Menerima Bantuan

Armia Fahmi mengatakan bahwa delapan desa yang sebelumnya terisolasi sudah menerima bantuan. Tim gabungan menyisir wilayah itu menggunakan perahu motor dan membagikan paket logistik untuk sekitar seribu warga.

Ia menyampaikan bahwa sebagian besar rumah di Desa Sekumur hanyut karena material bangunannya dari papan. Pemerintah memastikan bantuan darurat sampai tepat sasaran.

Pemkab Minta Helikopter untuk Mempercepat Distribusi

Untuk menembus wilayah yang masih putus jalur darat, Armia meminta Mabes Polri menyiagakan helikopter di Kampung Paya Bedi yang dekat dengan helipad. Titik itu menjadi pusat kendali distribusi.

Armia menegaskan bahwa helikopter sangat dibutuhkan untuk dropping bantuan ke desa yang masih tidak terjangkau lewat jalur darat.

Pemkab Siaga Penuh Mengawal Penyaluran

Armia memastikan perangkat pemerintah bekerja menyalurkan bantuan, mendata kebutuhan warga, dan mengawasi titik pengungsi. Pemerintah menjaga koordinasi dengan instansi pusat, TNI–Polri, dan relawan untuk mempercepat pemulihan di seluruh desa terdampak.

Berikan Komentar
error: Content is protected !!