BBPOM Aceh Evaluasi Satgas Terpadu Banjir Bandang, 1.664 Layanan Kesehatan Tersalurkan
Lingkanews.com | Banda Aceh — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) menggelar Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Tim Satgas Terpadu Penanganan Bencana Banjir Bandang Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula BBPOM Aceh, Kamis, 15 Januari 2026.
BBPOM Aceh menggelar forum ini untuk menilai capaian penanganan bencana, mengidentifikasi kendala lapangan, serta menyusun langkah lanjutan yang lebih terarah. Pemerintah menargetkan respons bencana berjalan terpadu dan berkelanjutan.
BBPOM Aceh Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, membuka langsung kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kesehatan masyarakat pascabencana.
BBPOM Aceh melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Poltekkes Kemenkes Aceh, serta Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banda Aceh. Selain itu, BKK Kelas II Kota Sabang dan Lhokseumawe juga turut hadir.
Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Aceh serta organisasi profesi PATELKI, PPNI, PAEI, dan HAKLI Aceh ikut memperkuat koordinasi teknis di lapangan.
Satgas Terpadu Fokus Pulihkan Layanan Kesehatan
Riyanto menjelaskan bahwa banjir bandang memberi dampak besar terhadap layanan kesehatan dan kondisi masyarakat. Oleh karena itu, Tim Satgas Terpadu menjalankan Tahap 5 penanganan bencana pada 6–10 Januari 2026 di Kabupaten Aceh Tamiang.
Tim Satgas memberikan pelayanan kesehatan langsung, mengaktifkan puskesmas terdampak, serta menyiapkan sarana pendukung. Tim juga menjalankan langkah tanggap darurat sesuai kebutuhan lapangan.
“Monitoring dan evaluasi ini membantu kami melihat capaian, hambatan, serta menyusun langkah lanjutan yang lebih efektif,” ujar Riyanto.
Pengawasan Obat dan Makanan Jadi Prioritas
BBPOM Aceh menempatkan keamanan obat dan makanan sebagai fokus utama dalam penanganan pascabencana. Riyanto menegaskan pengawasan ketat harus berjalan konsisten di semua lokasi terdampak.
Petugas melakukan pengawasan distribusi obat dan pangan, memusnahkan produk terendam banjir, serta memantau dapur umum. BBPOM Aceh juga mengedukasi masyarakat agar terhindar dari risiko kesehatan.
Langkah ini dinilai mampu menekan potensi penyakit akibat konsumsi produk yang tidak aman.
1.664 Layanan Kesehatan di Lima Daerah
Koordinator Tim Satgas Terpadu dari Labkesmas Banda Aceh, Jontari, memaparkan hasil kegiatan tim. Tim Satgas memberikan sebanyak 1.664 layanan kesehatan di lima kabupaten/kota terdampak.
Tim juga mencatat 10 penyakit terbanyak serta 10 penyakit berpotensi Kejadian Luar Biasa. Data tersebut menjadi dasar penguatan pencegahan dan pengendalian penyakit.
Evaluasi Jadi Dasar Kesiapsiagaan Aceh
BBPOM Aceh bersama Tim Satgas Terpadu berkomitmen meningkatkan koordinasi dan efektivitas respons bencana. Pemerintah ingin memastikan perlindungan kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Hasil evaluasi ini menjadi pijakan penting untuk memperkuat kesiapsiagaan dan respons bencana Aceh ke depan, khususnya pada aspek keamanan obat dan makanan.





