Bupati Armia Pahmi: Tidak Terekspose Bukan Berarti Tidak Bergerak dalam Penanganan Banjir
Lingkanews.com | Kuala Simpang — Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menegaskan bahwa dirinya bersama seluruh jajaran pemerintah daerah terus bekerja menangani banjir meski tidak semua langkah tampak di ruang publik. Ia menyampaikan klarifikasi ini untuk meluruskan persepsi masyarakat yang menganggap pemerintah bergerak lambat atau tidak hadir saat bencana melanda.
Sejak banjir mulai menggenangi wilayah Aceh Tamiang, unsur pemerintah, TNI–Polri, relawan, dan masyarakat langsung bergerak. Mereka mengevakuasi warga, mendirikan posko, menyalurkan logistik, serta memberikan layanan kesehatan. Karena itu, ia meminta masyarakat memahami bahwa pemerintah fokus bekerja, bukan mencari sorotan.
Pemerintah Bergerak Sejak Hari Pertama
Sejak hari pertama, tim gabungan terus membuka akses yang terputus dan memperkuat layanan bagi warga terdampak. Pemerintah daerah mengerahkan semua perangkat untuk memastikan masyarakat memperoleh bantuan tepat waktu. Selain itu, mereka menempatkan petugas di sejumlah titik rawan untuk mempercepat evakuasi dan distribusi logistik.
Bupati Armia Pahmi menegaskan bahwa banyak pekerjaan berlangsung tanpa publikasi karena tim lebih memilih mengutamakan keselamatan warga. Ia menilai bahwa publikasi bukan ukuran kinerja, melainkan tindakan nyata di lapangan.
Hambatan Lapangan Tidak Menghentikan Proses Penanganan
Di lapangan, pemerintah menghadapi berbagai kendala. Listrik belum stabil, jaringan komunikasi tidak selalu berfungsi, dan pasokan BBM terbatas. Walaupun begitu, pemerintah tetap bergerak melalui koordinasi aktif dengan berbagai lembaga. Mereka menggunakan seluruh relasi yang tersedia agar bantuan dari luar daerah mengalir ke Aceh Tamiang.
Menurut Armia Pahmi, kendala tersebut merupakan bagian dari situasi bencana besar dan bukan alasan untuk saling menyalahkan. Pemerintah justru memilih memperkuat koordinasi agar penanganan banjir berlangsung lebih cepat.
Seruan agar Masyarakat Tidak Saling Menyalahkan
Selain bekerja di lapangan, pemerintah mengajak masyarakat menjaga kekompakan. Ia menilai bahwa saling menyalahkan hanya memperlambat kerja-kerja pemulihan. Karena itu, ia meminta seluruh elemen tetap fokus pada keselamatan warga dan percepatan pemulihan.
Tim gabungan terus memperbaiki akses wilayah yang terisolasi, meningkatkan distribusi bantuan, serta memastikan kebutuhan darurat terpenuhi. Dengan begitu, pemulihan dapat berlangsung lebih terarah.
Imbauan untuk Bijak Menerima Informasi
Bupati Armia Pahmi juga mengingatkan masyarakat agar bijak menerima informasi. Ia berharap warga tidak mudah terpancing isu yang dapat melemahkan upaya penanganan bencana. Karena itu, ia meminta masyarakat menyampaikan keluhan atau kebutuhan melalui perangkat desa atau posko resmi agar pemerintah dapat menindaklanjutinya dengan cepat.
Ia memastikan seluruh laporan masyarakat akan ditangani dan pemerintah terus mengarahkan sumber daya untuk mempercepat pemulihan wilayah.





