Kapolda Aceh Hadiri Pembukaan MTQ ke-37 di Pidie Jaya, Dukung Syiar Islam dan Persatuan Umat

Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah hadir dalam pembukaan MTQ Aceh ke-37 di Cot Trieng, Pidie Jaya, Sabtu malam.

Lingkanews.com | Meureudu — Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Aceh ke-37 di Arena Utama Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Cot Trieng, Meureudu, Sabtu malam, 1 November 2025. Kehadiran Kapolda menunjukkan dukungan Polri terhadap Pemerintah Aceh dalam memperkuat syiar Islam dan menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu menyambut langsung kedatangan Kapolda. Setelah itu, rombongan mengikuti prosesi peusijuk (tepung tawar) di Pendopo Bupati dan menghadiri gala dinner bersama para tamu undangan. Suasana berlangsung hangat, memperlihatkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat.


MTQ Jadi Ajang Syiar dan Perekat Ukhuwah Islamiyah

Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf atau Mualem, secara resmi membuka MTQ dengan menekan tombol sirine, diikuti defile kafilah dari seluruh kabupaten/kota. Ribuan warga yang hadir di arena utama menyambut pembukaan tersebut dengan antusias dan penuh khidmat.

Dalam sambutannya, Mualem menegaskan bahwa MTQ tidak sekadar lomba, tetapi juga media pembinaan generasi Qur’ani. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman moral dalam membangun Aceh yang berkeadaban dan berkeimanan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan religiusitas, tetapi juga memperkuat karakter sosial.

MTQ Aceh ke-37 mengusung tema “Membumikan Al-Qur’an, Menyatukan Umat.” Selain perlombaan, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi dan kolaborasi antar daerah untuk memperkuat persatuan umat di seluruh Aceh.


Kapolda Ajak Generasi Muda Jadikan Al-Qur’an Pedoman Hidup

Di sela acara, Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh dan panitia penyelenggara. Ia menilai MTQ menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan membangun generasi yang berakhlak.

“Melalui MTQ, saya berharap generasi muda Aceh semakin mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman hidup. Dengan cara itu, masyarakat Aceh akan menjadi lebih damai, berakhlak, dan berkeadilan,” ujar Marzuki.

Kapolda menekankan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an harus hadir dalam setiap tindakan, baik di lingkungan keluarga maupun sosial. Ia menilai penerapan nilai-nilai itu mampu memperkokoh moral bangsa sekaligus mempererat persaudaraan sesama umat Islam.


Sinergi Pemerintah, Polri, dan Masyarakat

Kegiatan MTQ juga menjadi ajang mempererat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat. Kapolda memastikan seluruh jajaran kepolisian menjaga keamanan selama acara berlangsung agar kegiatan berjalan tertib dan lancar.

Menurutnya, keberhasilan MTQ tidak hanya terukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari suasana damai yang tercipta di tengah masyarakat. Karena itu, Polri terus berkoordinasi dengan panitia dan pemerintah daerah untuk menjamin keamanan di seluruh lokasi kegiatan.

MTQ Aceh ke-37 berlangsung selama sepekan, dari 1 hingga 8 November 2025. Ratusan peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Aceh mengikuti berbagai cabang perlombaan seperti tilawah, tahfidz, tafsir, dan kaligrafi.


Harapan untuk Aceh yang Damai dan Qur’ani

Bagi masyarakat Pidie Jaya, pelaksanaan MTQ menjadi kebanggaan besar. Mereka berharap ajang ini membawa berkah, memperkuat karakter keagamaan generasi muda, serta meningkatkan semangat kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan memperlihatkan semangat kolektif untuk menciptakan Aceh yang religius, damai, dan penuh harmoni. Dengan demikian, MTQ bukan hanya ajang lomba, tetapi juga tonggak persatuan dan kemajuan spiritual Aceh.

Berikan Komentar
error: Content is protected !!