Ketua PBN Aceh Desak APH Tindak Oknum Penimbun dan Penjual Nakal, Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Sembako dan BBM

Ketua PBN Aceh, Drs. M. Isa Alima, memberikan seruan pengawasan harga kepada aparat dan pemerintah daerah pada Minggu, 30 November 2025.

Lingkanews.com | Pidie — Ketua DPD Patriot Bela Nusantara (PBN) Aceh, Drs. M. Isa Alima, meminta Aparat Penegak Hukum (APH) bertindak cepat terhadap oknum yang diduga menaikkan harga sembako dan BBM di tengah bencana banjir besar yang melanda Kabupaten Pidie. Ia menegaskan tidak boleh ada pihak yang mencari keuntungan dari penderitaan masyarakat yang sedang dilanda krisis.

Situasi lapangan menunjukkan harga kebutuhan pokok dan BBM bergerak liar di beberapa titik terdampak. Kondisi ini memperburuk tekanan terhadap warga yang masih berjuang memulihkan kehidupan setelah banjir bandang merusak rumah, fasilitas umum, dan akses logistik.

Seruan Keras Ketua PBN Aceh

Isa Alima menyampaikan kecaman terhadap oknum masyarakat maupun pengusaha yang diduga memanfaatkan momentum bencana untuk menaikkan harga secara sepihak. Ia menilai praktik tersebut sebagai tindakan yang melukai nurani publik dan bertentangan dengan nilai kemanusiaan.

“Para oknum masyarakat atau pengusaha jangan bermain di atas luka masyarakat yang sedang ketimpa musibah. Jangan jadikan banjir sebagai panggung mencari untung besar. Ini pengkhianatan terhadap kemanusiaan,” ujarnya dengan nada tegas. Isa menambahkan bahwa situasi bencana tidak boleh membuka ruang bagi spekulasi harga.

Sebagai mantan Ketua Komisi C DPRK Pidie, Isa menekankan bahwa tindakan seperti ini berpotensi memperburuk krisis dan menambah penderitaan masyarakat yang sudah kesulitan memenuhi kebutuhan harian. Ia meminta seluruh pihak menunjukkan empati dan tanggung jawab sosial.

Dorongan Penegakan Hukum dan Pengawasan

Dalam pernyataannya, Isa Alima meminta APH turun langsung ke lapangan mengawasi distribusi logistik dan penjualan kebutuhan pokok. Ia menegaskan bahwa penegakan hukum diperlukan untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga selama masa tanggap darurat.

“Kita mintak APH mengawal oknum-oknum nakal ini. Jangan ada yang meraih kembaran dalam kesempitan masyarakat. Jika kedapatan, tindak tegas. Rakyat sudah cukup menderita,” tegasnya. Ia menilai pengawasan ketat diperlukan terutama di titik-titik yang akses jalannya masih terbatas akibat kerusakan.

Isa juga menyoroti perlunya koordinasi lintas lembaga, baik dari pemerintah daerah maupun pusat, agar kebijakan stabilisasi harga berjalan efektif dan distribusi logistik tidak terhambat oleh spekulasi pasar.

Kenaikan Harga dan Kelangkaan BBM

Berdasarkan laporan warga dari sejumlah lokasi, harga beras, minyak goreng, telur, hingga gas melon mengalami kenaikan dalam dua hari terakhir. Selain itu, ketersediaan BBM baik di pertashop maupun pengecer dilaporkan menipis, yang menimbulkan kekhawatiran baru bagi warga yang masih terisolasi.

Kelangkaan ini diperparah oleh gangguan akses transportasi akibat jalan terputus dan jembatan rusak. Kondisi tersebut membuat sebagian wilayah belum bisa menerima pasokan logistik secara normal, termasuk BBM dan kebutuhan pokok lain.

Situasi tersebut menyebabkan masyarakat semakin bergantung pada pemasok lokal, sehingga potensi permainan harga menjadi lebih besar. Warga berharap pemerintah segera memperbaiki akses agar pasokan kembali normal.

Tuntutan kepada Pemerintah dan Pertamina

Isa Alima meminta pemerintah dan Pertamina bertindak cepat untuk menstabilkan harga serta memastikan pasokan BBM tersedia. Ia menilai kestabilan harga adalah faktor penting agar masyarakat mampu bertahan melewati masa pemulihan.

Seruan Isa mendapat dukungan dari sejumlah tokoh masyarakat yang juga meminta pemerintah memperketat regulasi harga selama masa darurat. Mereka menegaskan bahwa solidaritas dan tanggung jawab bersama adalah kunci untuk membantu warga menghadapi dampak banjir bandang.

Di tengah bau lumpur yang masih terasa dan langit yang belum sepenuhnya cerah, suara Ketua PBN Aceh menjadi pengingat bahwa bencana adalah ruang untuk kemanusiaan, bukan kesempatan untuk keserakahan.

Berikan Komentar
error: Content is protected !!