Polisi Buru Penembak Pedagang Bakso di Lhokseumawe hingga Sumatera Utara

Ilustrasi Penembakan

Lingkanews.com | Lhokseumawe — Peristiwa penembakan terhadap pedagang bakso Muhammad Nasir (45), warga Desa Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, pada Senin (10/11/2025) dini hari, memicu respons cepat dari kepolisian. Polda Aceh langsung menurunkan tim gabungan untuk memburu pelaku hingga ke wilayah Sumatera Utara.

Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah memastikan bahwa penyelidikan kasus ini menjadi prioritas. Ia menegaskan, polisi akan mengusut tuntas motif penembakan tersebut demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Polda Aceh Bentuk Tim Gabungan dan Perluas Penyelidikan

Kapolda Aceh menjelaskan, tim gabungan dari Polda Aceh, Densus 88, Jatanras, dan Polres Lhokseumawe kini diterjunkan ke berbagai lokasi. Petugas menyebar di Banda Aceh, Lhokseumawe, dan sebagian wilayah Sumatera Utara untuk mengejar para pelaku.

“Polisi terus memburu pelaku penembakan di Lhokseumawe. Penyelidikan kami perluas hingga Sumatera Utara. Saat ini tim mendalami motif di balik penembakan tersebut,” kata Marzuki Ali Basyah, Selasa (11/11/2025).

Menurutnya, pelaku utama tidak bertindak sendiri. Ia dibantu oleh empat orang lain yang turut berperan dalam aksi penembakan. Polisi sedang menelusuri apakah peristiwa ini termasuk pembunuhan berencana, sindikat kejahatan, aksi balas dendam, atau persoalan pribadi dalam keluarga korban.

Barang Bukti Selongsong Peluru Jadi Petunjuk Awal

Polisi sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti penting dari lokasi kejadian. Dua selongsong peluru ditemukan dan segera dikirim ke laboratorium forensik untuk diperiksa secara balistik.

Hasil awal menunjukkan bahwa pelaku menggunakan senjata api baru, bukan senjata sisa konflik masa lalu. “Selongsong peluru menunjukkan jenis senjata baru, ini menjadi petunjuk penting bagi penyelidikan,” ujar Kapolda.

Selain selongsong peluru, polisi juga mengumpulkan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi untuk melacak arah kaburnya pelaku setelah menembak korban. Semua temuan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pengungkapan kasus.

Kronologi Penembakan di Depan Rumah Korban

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan menjelaskan, penembakan terjadi sekitar pukul 00.12 WIB. Sebelum ditembak, korban sempat dipanggil seseorang dari arah warung kopi yang berjarak tujuh meter dari rumahnya.

Beberapa menit kemudian, dua suara tembakan terdengar keras. Warga yang mendekat mendapati Nasir tergeletak bersimbah darah di depan rumahnya. “Korban ditembak dua kali, mengenai tangan dan bagian bawah dagu. Dua selongsong peluru kami temukan di lokasi,” jelas Ahzan.

Sejumlah saksi juga melihat korban sempat berbicara dengan pelaku sebelum penembakan terjadi. Polisi masih memeriksa mereka untuk mengungkap identitas pelaku dan motif yang melatarbelakangi aksi tersebut.

Duka Keluarga dan Harapan Warga untuk Keadilan

Kematian Muhammad Nasir meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Sehari-hari, Nasir dikenal sebagai pedagang bakso yang ramah dan tidak pernah terlibat konflik dengan siapa pun.

“Kami berharap pelaku cepat ditangkap dan dihukum seadil-adilnya,” ucap Saidatun Rahmi, adik korban. Ia menegaskan bahwa keluarga sangat terpukul atas kehilangan tersebut.

Warga Desa Alue Lim kini menunggu langkah cepat polisi dalam mengungkap siapa pelaku dan apa motif di balik penembakan yang mengakhiri nyawa pedagang sederhana itu.

Berikan Komentar
error: Content is protected !!