BMKG Sebut Bibit Siklon 95B dan Siklon Tropis KOTO Jadi Pemicu Cuaca Ekstrem dan Banjir Bandang di Sumatera

Analisis BMKG terkait Bibit Siklon Tropis 95B di Aceh dan sekitarnya

Lingkanews.com | Banda Aceh — BMKG menegaskan bahwa Bibit Siklon 95B dan Siklon Tropis KOTO menjadi faktor utama yang memicu cuaca ekstrem di Sumatera. Kedua sistem cuaca ini meningkatkan intensitas hujan dan memperkuat angin kencang di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Riau. Hujan sangat lebat akhirnya memicu banjir bandang di sejumlah wilayah.

BMKG menyebut Bibit Siklon 95B menyuplai uap air dalam jumlah besar ke pesisir barat Sumatera. Kondisi tersebut mempercepat pertumbuhan awan konvektif dan memperluas cakupan hujan lebat yang terjadi sejak tiga hari terakhir. Siklon Tropis KOTO memperkuat pola belokan angin sehingga pertumbuhan awan badai semakin dominan.

Pengaruh Siklon Tropis KOTO pada Hujan Lebat

Siklon Tropis KOTO bergerak aktif di wilayah Laut Sulu dan menarik massa udara basah menuju Sumatera bagian utara. BMKG menyebut pola ini mempercepat proses pembentukan awan hujan dan menambah intensitas hujan harian. Pertumbuhan awan badai juga meluas hingga ke kawasan pesisir barat Aceh.

Tekanan rendah yang terbentuk di sekitar pusat siklon meningkatkan kecepatan angin. BMKG menilai angin kencang memperparah kondisi cuaca sehingga beberapa wilayah menghadapi potensi pohon tumbang dan gangguan aktivitas publik. Pemerintah daerah menerima imbauan agar meningkatkan kesiapsiagaan.

Bibit Siklon 95B Tingkatkan Awan Konvektif

Bibit Siklon 95B terbentuk sejak 21 November 2025 dan terus berkembang di perairan timur Aceh. BMKG menyampaikan bibit ini memicu suplai uap air yang kuat dan meningkatkan instabilitas atmosfer. Awan konvektif tumbuh cepat dan bergerak ke sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera Utara.

BMKG mencatat kecepatan angin di sekitar sistem meningkat hingga lebih dari 35 knot. Peningkatan itu mengindikasikan peluang perkembangan bibit menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan. Masyarakat diminta terus memantau informasi resmi BMKG agar tidak terjebak informasi palsu.

Banjir Bandang Terjadi di Sejumlah Wilayah

Hujan ekstrem yang berlangsung berhari-hari memicu banjir bandang di beberapa kabupaten di Sumatera. Air sungai meluap cepat dan menerjang permukiman warga. BNPB menyampaikan laporan awal yang mencatat kerusakan pada rumah, jembatan, dan fasilitas publik.

Tim BPBD dan aparat setempat bekerja untuk evakuasi warga dari wilayah rawan. Cuaca ekstrem yang masih berlanjut membuat proses penanganan berjalan dengan penuh kehati-hatian. Pemerintah daerah mengaktifkan posko siaga di wilayah yang berpotensi terdampak.

Peringatan BMKG Terkait Gelombang Tinggi

BMKG memperingatkan adanya gelombang tinggi di Selat Malaka bagian tengah hingga perairan timur Sumatera Utara. Tinggi gelombang berpotensi mencapai 2,5 hingga 4 meter. Nelayan dan pelaku transportasi laut menerima imbauan untuk mengurangi aktivitas hingga kondisi kembali aman.

BMKG melalui TCWC Jakarta memantau sistem cuaca ini selama 24 jam. Masyarakat diminta tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem dapat meningkat dalam waktu singkat. Pemerintah daerah juga diminta memastikan langkah mitigasi agar dampak bencana dapat diminimalkan.

Berikan Komentar
error: Content is protected !!