Isa Alima Serukan Pembentukan Solidaritas Nusantara sebagai Gerakan Kebangsaan dari Aceh
Lingkanews.com | Banda Aceh — Dari ujung barat Nusantara, saat Aceh diguncang bencana dan rakyat saling menopang dalam kepedihan, pemerhati publik Drs. Isa Alima mengajak Indonesia membangun gerakan kebersamaan berskala nasional yang ia sebut Solidaritas Nusantara. Ia menilai Indonesia membutuhkan wadah pemersatu yang mampu menyatukan seluruh provinsi, suku, dan masyarakat dalam satu gerakan kemanusiaan.
Ia melihat rakyat Aceh bergerak cepat tanpa menunggu instruksi, sehingga ia menyimpulkan bahwa kekuatan bangsa ini justru terletak pada hati rakyatnya. Oleh karena itu, ia mengajak pemerintah dan masyarakat Indonesia memperluas semangat tersebut ke seluruh wilayah.
Seruan Kebangsaan dari Aceh
Isa Alima menyebut Indonesia terlalu besar untuk menghadapi bencana secara terpisah. Ia memandang bahwa bencana selalu melampaui batas administratif, sehingga respons bangsa juga harus bergerak melampaui batas daerah.
Ia kemudian mengajak seluruh provinsi memahami bahwa derita satu wilayah seharusnya menjadi panggilan bagi wilayah lain. Menurutnya, bangsa ini hanya dapat berdiri kuat jika seluruh daerah ikut menanggung beban yang sama.
Kebutuhan Mendesak akan Solidaritas Lintas Pulau
Ia menekankan bahwa saat Sumatera mengalami musibah, Pulau Jawa harus ikut bergerak, dan ketika Kalimantan terguncang, Sulawesi perlu tampil mendampingi. Dengan begitu, seluruh daerah dapat memperkuat hubungan persaudaraan dalam situasi darurat.
Selain itu, ia menilai bahwa tidak boleh ada wilayah yang menghadapi kelangkaan BBM, lonjakan harga sembako, atau keterlambatan logistik ketika bencana terjadi. Karena itu, ia mengajak bangsa ini menata sistem gotong royong nasional yang bekerja cepat dan tepat.
Konsep dan Semangat Solidaritas Nusantara
Isa menjelaskan bahwa Solidaritas Nusantara bertujuan menjadi ruang kebersamaan lintas daerah yang mampu menghubungkan Aceh, Padang, Lampung, Jawa, Kalimantan, NTT, Maluku, hingga Papua dalam satu gerakan. Ia menginginkan wadah yang membangun kekuatan moral, bukan sekadar terus menunggu arahan dari satu titik kekuasaan.
Ia juga menyampaikan bahwa bangsa yang besar lahir dari rakyat yang saling mengangkat satu sama lain ketika bencana datang. Karena itu, ia mengirim pesan dari Aceh agar seluruh daerah berpartisipasi dan membangun empati bersama.
Ajakan untuk Bergerak Bersama
Ia terus mengajak bangsa menjawab panggilan kemanusiaan secara kolektif. Menurutnya, ketika satu daerah terluka, seluruh Nusantara harus hadir untuk merawat dan memperkuat masyarakat yang terdampak.
Isa kemudian menegaskan komitmennya untuk mendirikan wadah Solidaritas Nusantara dalam waktu dekat. Ia berharap gerakan itu mampu menjadi pijakan baru bagi persatuan Indonesia dalam menghadapi bencana yang semakin sering terjadi.





