Daerah

Wakil Bupati Aceh Barat Semangati Penari Kolosal HUT ke-437 Kota Meulaboh

Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, menyemangati para penari yang berlatih untuk pementasan tari kolosal “Aceh Barat Lon Sayang” dalam rangka HUT ke-437 Kota Meulaboh, Selasa (7/10/2025).

Lingkanews.com | Meulaboh — Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, menunjukkan dukungan langsung terhadap persiapan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-437 Kota Meulaboh. Ia hadir menyaksikan latihan koreografi para penari yang akan tampil membawakan tarian kolosal bertajuk “Aceh Barat Lon Sayang”, Selasa (7/10/2025) sore.

Latihan berlangsung di Gampong Belakang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Tarian kolosal tersebut akan menjadi pembuka acara puncak perayaan HUT Meulaboh yang digelar di Lapangan Bekas BRI, depan Lapangan Teuku Umar, pada 10–15 Oktober 2025 mendatang.


Dorongan Moral dari Wakil Bupati

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Said Fadheil memberi semangat dan motivasi kepada puluhan anak penari yang tampak antusias berlatih. Kehadirannya di tengah mereka menjadi penyemangat untuk menampilkan persembahan terbaik pada perayaan akbar tersebut.

“Kalian bukan hanya menari, kalian sedang membawa ruh dan sejarah Kota Meulaboh. Saya sangat bangga melihat semangat ini. Mari kita tunjukkan kepada semua orang bahwa inilah generasi penerus Aceh Barat yang berbakat! Berikan penampilan dari hati, dan biarkan kebanggaan kota ini terpancar melalui setiap gerakan indah kalian,” ujar Said Fadheil penuh semangat.

Menurutnya, tari kolosal ini bukan hanya bentuk hiburan, tetapi juga representasi semangat perjuangan dan identitas masyarakat Aceh Barat.


Persembahan Seni Bertajuk “Aceh Barat Lon Sayang”

Perayaan HUT ke-437 Kota Meulaboh akan menampilkan mahakarya seni bertajuk “Aceh Barat Lon Sayang”. Tarian ini mengisahkan perjalanan panjang Meulaboh sebagai pusat sejarah dan kebudayaan Aceh Barat.

Penata Tari Ardinal Hidayat (Cek Nal) menggagas koreografi tarian dengan musik yang ditata oleh Masri Hanif (Syeh Masri). Keduanya bekerja sama di bawah koordinasi Dewan Kesenian Aceh Barat (DKAB).

Tarian tersebut melibatkan gabungan penari dari berbagai sanggar di Meulaboh. Sinopsisnya menceritakan asal mula Meulaboh yang dahulu dikenal sebagai Pasi Karam dan masa kejayaannya sebagai pusat perdagangan rempah-rempah, terutama merica, pada abad ke-16 atas prakarsa para Sultan Aceh.


Pesan Semangat dari Masa Lalu untuk Masa Depan

Selain menampilkan sejarah kejayaan, tarian kolosal ini juga memuat kisah duka dan kebangkitan masyarakat pasca-tsunami Aceh 2004. Melalui gerak dan irama, para penari menyampaikan pesan harapan, ketabahan, serta semangat membangun kembali Aceh Barat.

Pertunjukan “Aceh Barat Lon Sayang” juga menjadi ajakan untuk meneguhkan semangat kepahlawanan Teuku Umar dan Cut Nyak Dhien di usia ke-437 Kota Meulaboh. Pemerintah daerah berharap, karya seni ini mampu menumbuhkan kebanggaan lokal serta memperkuat jati diri masyarakat Aceh Barat di masa modern.

Berikan Komentar
error: Content is protected !!