Wagub Aceh Resmikan Dapur MBG di Seunuddon, Dorong Pemenuhan Gizi Anak-anak
Lingkanews.com | Aceh Utara — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, meresmikan Dapur MBG (Menu Bergizi Gratis) SPPG Seunuddon di Gampong Matang Karieng, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, pada Jumat, 7 November 2025. Dapur tersebut dikelola oleh Yayasan Geurudong Masa Depan dan menjadi wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak.
Acara peresmian berlangsung meriah dengan kehadiran masyarakat dan perangkat gampong. Kehadiran dapur MBG ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program nasional pengentasan gizi buruk di Aceh.
Implementasi Astacita Presiden
Dalam sambutannya, Wagub Fadhlullah menegaskan bahwa pembangunan dapur MBG merupakan bentuk nyata pelaksanaan Astacita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Menurutnya, pemenuhan gizi yang layak adalah bagian penting dalam membangun generasi muda yang sehat dan cerdas.
“Program MBG ini bukan hanya soal makanan gratis. Ini tentang masa depan anak-anak bangsa. Kita ingin memastikan setiap anak di Aceh tumbuh sehat, kuat, dan siap bersaing,” ujarnya.
Selain itu, Fadhlullah mendorong masyarakat agar aktif mendukung program tersebut. Ia menilai partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilan setiap dapur MBG di berbagai kabupaten dan kota di Aceh.
Ratusan Dapur MBG Sudah Beroperasi
Hingga awal November 2025, sebanyak 460 titik dapur MBG telah beroperasi di seluruh Aceh. Jumlah itu akan terus bertambah hingga mencapai target 585 titik pada akhir tahun. Pemerintah Aceh terus mempercepat pembangunan dapur baru agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Kita berharap, di akhir tahun semua dapur sudah aktif. Ini bagian dari upaya bersama untuk menekan angka kekurangan gizi di Aceh,” tutur Fadhlullah.
Ia juga meminta setiap pengelola dapur untuk menjaga kebersihan, meningkatkan kualitas menu, dan memastikan semua penerima manfaat mendapatkan gizi yang cukup setiap harinya.
Menu Variatif dan Seimbang
Program MBG menyediakan 100 varian menu yang telah dirancang secara khusus oleh tim ahli gizi. Menurut Fadhlullah, setiap menu mengandung nutrisi seimbang yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.
Ia menambahkan, selain menyalurkan makanan bergizi, dapur MBG juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Melalui dapur ini, masyarakat diajak memahami pentingnya pola makan sehat dan perawatan gizi keluarga.
Ajakan Kolaborasi
Menutup kegiatan, Fadhlullah mengajak seluruh pihak—baik pemerintah daerah, lembaga sosial, maupun masyarakat—untuk terus berkolaborasi dalam menjaga keberlanjutan program MBG. Ia menegaskan, keberhasilan program nasional ini bergantung pada komitmen bersama.
“Program MBG adalah investasi masa depan bangsa. Mari kita kawal bersama agar generasi Aceh tumbuh sehat dan berdaya saing,” pungkasnya.
Acara peresmian turut dihadiri pejabat Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, pengurus Yayasan Geurudong Masa Depan, serta tokoh masyarakat yang menyambut antusias kehadiran dapur MBG di wilayah mereka.





