Buka Kejuaraan Motocross dan Grasstrack “Aceh Anti Narkoba” 2025, Kapolda Aceh Dorong Generasi Muda Jauhi Narkoba

Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah membuka Kejuaraan MX GTX “Aceh Anti Narkoba” di Sirkuit Lamnyong Banda Aceh bersama komunitas otomotif.

Lingkanews.com | Banda Aceh — Polda Aceh melalui Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) menggelar Kejuaraan Motocross dan Grasstrack MX GTX “Aceh Anti Narkoba” Trophy Kapolda Aceh Tahun 2025 di Sirkuit Lamnyong, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, pada Minggu, 9 November 2025. Ajang ini menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat positif generasi muda sekaligus mengampanyekan gaya hidup sehat tanpa narkoba.

Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah membuka secara langsung kejuaraan tersebut. Ia hadir bersama Pejabat Utama Polda Aceh, unsur Forkopimda, dan komunitas otomotif dari berbagai kabupaten/kota di Aceh. Suasana berlangsung meriah karena ribuan penonton datang mendukung para pembalap yang tampil penuh semangat di lintasan tanah Sirkuit Lamnyong.


Olahraga Otomotif Jadi Media Edukasi Anti Narkoba

Dalam sambutannya, Irjen Marzuki menegaskan bahwa olahraga otomotif dapat menjadi media edukasi yang efektif dalam memerangi narkoba. Menurutnya, anak muda membutuhkan ruang positif untuk menyalurkan energi dan bakat mereka. Oleh karena itu, kejuaraan motocross dan grasstrack menjadi wadah yang tepat untuk menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat.

Ia menambahkan bahwa semangat “Aceh Anti Narkoba” bukan hanya slogan, tetapi gerakan nyata yang harus hidup dalam setiap aktivitas masyarakat. “Kita ingin menjadikan olahraga sebagai perisai moral yang mampu membentengi generasi muda dari pengaruh buruk narkoba. Melalui ajang seperti ini, mereka bisa belajar disiplin, tanggung jawab, dan sportivitas,” ujar Marzuki.

Lebih lanjut, Kapolda menekankan pentingnya dukungan semua pihak agar gerakan anti narkoba berjalan berkelanjutan. Ia mengajak pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan komunitas sosial untuk terus berkolaborasi menciptakan kegiatan yang membangun semangat positif anak muda.


Pencegahan Lebih Kuat daripada Penindakan

Irjen Marzuki menilai bahwa upaya pencegahan jauh lebih berdampak dibandingkan dengan tindakan hukum semata. Karena itu, ia menempatkan kegiatan seperti kejuaraan ini sebagai strategi preventif untuk membentuk karakter generasi muda yang kuat dan berdaya saing.

“Ketika anak muda sibuk mengejar prestasi dan berkompetisi secara sehat, mereka tidak memiliki ruang untuk hal negatif. Inilah bentuk nyata pencegahan yang paling efektif,” ungkapnya.

Kapolda juga menyoroti bahwa keberhasilan memberantas narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Masyarakat, menurutnya, harus terlibat aktif. Dengan kesadaran kolektif, Aceh bisa membangun lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba.

Selain itu, kegiatan seperti ini memperlihatkan wajah kepolisian yang lebih humanis. Polda Aceh tidak hanya bertindak sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun masa depan yang bersih dari narkoba.


Antusiasme Peserta dan Penonton Cerminkan Dukungan Masyarakat

Kejuaraan MX GTX “Aceh Anti Narkoba” diikuti oleh 80 pembalap dengan total 130 starter. Para peserta datang dari seluruh kabupaten/kota di Aceh bahkan dari luar daerah seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Mereka tampil dengan semangat tinggi untuk menaklukkan lintasan yang menantang.

Sepanjang pertandingan, penonton terus memberikan dukungan meriah. Sorakan dan tepuk tangan menggema setiap kali pembalap melompat melewati rintangan. Antusiasme itu mencerminkan bahwa masyarakat Aceh sangat mendukung kegiatan positif yang membawa pesan moral.

Selain balapan, panitia juga menyiapkan area edukasi anti narkoba, bazar UMKM, dan pertunjukan musik lokal. Melalui perpaduan hiburan dan edukasi, kegiatan ini tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan pesan kuat bahwa melawan narkoba bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan.


Kolaborasi Antara Polda Aceh dan Komunitas Otomotif

Polda Aceh bekerja sama dengan berbagai komunitas otomotif untuk memperkuat kampanye Aceh Anti Narkoba. Menurut Kapolda, komunitas otomotif memiliki pengaruh besar di kalangan anak muda karena mereka dekat dengan semangat kompetisi dan solidaritas.

“Kerja sama ini bukan hanya untuk kegiatan jangka pendek, tetapi untuk membangun jaringan sosial yang konsisten mengampanyekan hidup sehat. Komunitas otomotif bisa menjadi duta anti narkoba yang menjangkau banyak lapisan masyarakat,” jelasnya.

Kolaborasi ini juga memperlihatkan bagaimana pendekatan kreatif dapat membantu upaya pemberantasan narkoba. Dengan menggandeng berbagai elemen masyarakat, pesan moral dapat disampaikan lebih luas dan mudah diterima oleh generasi muda.


Aceh Menuju Generasi Sehat dan Produktif

Melalui kejuaraan motocross ini, Polda Aceh ingin menegaskan komitmennya dalam membangun Aceh yang sehat, produktif, dan bermartabat. Visi “Polda Aceh Meutuah, Menuju Aceh Meusyeuhu” bukan sekadar jargon, melainkan arah nyata menuju Aceh yang bebas dari narkoba dan kekerasan sosial.

Kapolda berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang terus berkembang. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, olahraga otomotif dapat menjadi simbol semangat perubahan dan wadah pembinaan generasi muda.

Setiap lompatan di lintasan, setiap sorakan dari penonton, dan setiap bendera yang dikibarkan menjadi tanda bahwa semangat melawan narkoba di Aceh terus hidup. Melalui kerja sama yang berkelanjutan, Polda Aceh yakin masa depan tanpa narkoba bukan hanya impian, tetapi kenyataan yang bisa diwujudkan bersama.

Berikan Komentar
error: Content is protected !!