Kapolda: Helikopter Polri Segera Didatangkan ke Aceh Bila Cuaca Membaik untuk Penanggulangan Banjir
Lingkanews.com | Banda Aceh — Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah memastikan helikopter Polri siap diterbangkan ke Aceh untuk mempercepat penanganan banjir besar yang melanda sejumlah daerah. Ia menyampaikan bahwa helikopter itu kini berada di Riau dan menunggu cuaca membaik agar perjalanan udara berlangsung aman.
Ia menegaskan bahwa kebutuhan helikopter sangat mendesak karena banyak wilayah terputus akses. Permintaan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dalam rapat paripurna di DPRA pada Kamis (27/11) menjadi dasar percepatan koordinasi antara Polda Aceh dan Mabes Polri.
Helikopter Polri Siap Mengudara ke Aceh
Kapolda menjelaskan bahwa Mabes Polri sudah menyiapkan armada udara sejak laporan banjir mulai masuk dari daerah. Ia menilai helikopter dapat membantu tim mengakses titik-titik banjir yang tidak bisa ditembus kendaraan darat karena tingginya genangan dan arus deras.
Ia menambahkan bahwa lokasi-lokasi terpencil di Pidie, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Tengah membutuhkan pemantauan dari udara agar distribusi bantuan berlangsung lebih efektif. Helikopter juga akan membantu mempercepat penilaian situasi bencana secara menyeluruh.
Personel Polda Aceh Terjun ke Lapangan
Polda Aceh mengerahkan ratusan personel dari Brimob, Polairud, dan Sabhara untuk menangani kondisi darurat. Tim menyisir permukiman, mengevakuasi warga yang terjebak, dan membantu distribusi logistik darurat kepada masyarakat terdampak.
Di lapangan, personel bekerja di tengah arus deras, tanah berlumpur, dan longsor yang mengancam jalan utama. Kapolda mengapresiasi upaya seluruh personel yang tetap bekerja meskipun menghadapi cuaca ekstrem dan risiko tinggi.
Fungsi Helikopter untuk Bantuan Darurat
Kapolda menegaskan helikopter akan memegang peran penting dalam operasi lapangan. Helikopter akan digunakan untuk patroli udara guna memantau titik-titik rawan dan menentukan area yang membutuhkan bantuan cepat.
Ia menjelaskan bahwa helikopter juga akan mengangkut makanan, obat-obatan, serta peralatan darurat ke lokasi yang terisolasi. Beberapa desa berada dalam kondisi darurat karena ketinggian air menghalangi seluruh akses dan warga tidak bisa bergerak ke luar wilayah.
Pemerintah dan Kepolisian Perkuat Koordinasi
Kapolda menyebut bahwa koordinasi antara Pemerintah Aceh, TNI, Polri, Basarnas, dan BPBD terus berjalan. Setiap instansi menyiapkan langkah cepat untuk membuka akses jalan yang terputus dan mempercepat evakuasi warga yang masih terjebak.
Ia menekankan bahwa kondisi darurat membutuhkan kerja terpadu agar bantuan tiba tepat waktu. TNI-Polri juga terus memperkuat jaringan komunikasi darurat menggunakan perangkat satelit di wilayah yang kehilangan akses telepon seluler.
Imbauan Kapolda kepada Masyarakat
Kapolda mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan petugas lapangan. Ia berharap curah hujan terus menurun agar proses evakuasi dan pendataan warga yang hilang berlangsung lebih cepat.
Ia menambahkan bahwa warga di daerah rawan sebaiknya mengungsi ke tempat aman jika kondisi cuaca kembali memburuk. Kapolda berharap kerja sama semua pihak mempercepat pemulihan situasi di wilayah terdampak banjir.





