Polres Pidie Jaya dan Tim Gabungan Temukan Santri yang Hanyut di Jangka Buya

Tim gabungan mengevakuasi santri yang hanyut akibat banjir di Jangka Buya pada Jumat, 28 November 2025.

Lingkanews.com | Meureudu — Polres Pidie Jaya memimpin operasi pencarian terhadap seorang santri yang dilaporkan hanyut akibat banjir di Kecamatan Jangka Buya. Pencarian dilakukan sejak pagi dengan mengerahkan sejumlah personel dari berbagai unsur untuk memastikan proses evakuasi berlangsung cepat dan terarah.

Tim gabungan menyisir alur banjir dengan menelusuri titik awal korban dilaporkan hilang. Upaya ini dilakukan secara sistematis untuk memperluas jangkauan pencarian dan memastikan setiap bagian aliran air diperiksa dengan cermat hingga korban ditemukan.

Polres Pidie Jaya Pimpin Koordinasi di Lapangan

Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu menjelaskan bahwa Polsek Jangka Buya menjadi komando lapangan dalam pelaksanaan pencarian. Polres Pidie Jaya memberikan dukungan penuh, baik dalam pengawasan maupun penambahan personel untuk memperkuat operasi di lokasi banjir.

Pencarian juga melibatkan Koramil 27 Jangka Buya, warga setempat, ustaz, serta para santri Dayah Mudi Samalanga. Seluruh unsur bergerak bersama untuk memastikan korban dapat ditemukan secepat mungkin. Kerja sama lintas instansi ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menghadapi musibah banjir yang melanda kawasan tersebut.

Pencarian Dilakukan Sejak Pagi

Tim memulai penyisiran pada pukul 07.00 WIB dengan menyasar aliran sungai dan titik-titik rawan yang berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut. Kondisi air yang surut sebagian membantu tim mempercepat proses penelusuran jalur banjir.

Meskipun aliran air masih deras, tim tetap melanjutkan upaya pencarian dengan metode manual serta memanfaatkan alat bantu sederhana. Warga yang tinggal di sekitar aliran banjir turut memberikan informasi mengenai titik-titik yang dianggap berisiko dan sering menjadi lokasi tertahannya arus.

Korban Ditemukan dalam Keadaan Meninggal Dunia

Sekitar pukul 10.00 WIB, tim gabungan akhirnya menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia tidak jauh dari titik awal pencarian. Korban diketahui bernama M. Rais, berusia 19 tahun, santri asal Gampong Tengoh, Langsa, yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret arus banjir.

Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak Dayah Mudi Samalanga di Kabupaten Bireuen. Proses penyerahan dilakukan dengan pendampingan aparat sebagai bentuk penghormatan dan perhatian terhadap keluarga dayah dan korban.

Kapolres Sampaikan Belasungkawa dan Apresiasi

Kapolres Pidie Jaya mengungkapkan belasungkawa mendalam atas meninggalnya korban. Ia menyampaikan rasa duka kepada keluarga dan pihak dayah yang kehilangan salah satu santrinya akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.

Selain itu, Kapolres juga mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang terlibat dalam pencarian. Ia menegaskan bahwa kerja sama yang terjalin menjadi bukti kuatnya solidaritas masyarakat dan aparat dalam menangani musibah yang terjadi di lapangan.

Berikan Komentar
error: Content is protected !!