Polda Aceh Bekerja Sama dengan SPGG Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir
Lingkanews.com | Banda Aceh — Polda Aceh bersama polres jajaran meningkatkan respons darurat bencana dengan mendirikan sejumlah dapur umum di berbagai wilayah terdampak banjir. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan makanan masyarakat tetap terpenuhi, terutama bagi warga yang terpaksa mengungsi akibat meluasnya genangan air.
Pendirian dapur umum tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempercepat bantuan darurat di tengah kondisi banjir dan longsor yang melanda beberapa kabupaten/kota. Polda Aceh memaksimalkan sumber daya yang tersedia agar layanan dasar tetap tersalurkan meskipun akses di lapangan terganggu.
Dukungan Polda Aceh untuk Memenuhi Kebutuhan Mendesak Warga
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menjelaskan bahwa pendirian dapur umum dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan makanan secara cepat dan merata. Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana kali ini.
Ia menambahkan bahwa Polda Aceh terus menjalin kerja sama dengan SPGG dan berbagai elemen terkait guna memastikan mekanisme distribusi makanan berjalan lancar. Polri memfokuskan operasi kemanusiaan ini pada pemenuhan kebutuhan gizi darurat yang sangat dibutuhkan warga di lokasi terdampak.
Operasional Dapur Umum di Lokasi Terdampak
Dapur umum yang dibuka Polda Aceh beroperasi di area pengungsian maupun wilayah yang masih terendam banjir. Setiap hari, personel Polri bersama tenaga SPGG memasak dan membagikan makanan kepada masyarakat yang tidak dapat kembali ke rumah akibat kerusakan atau terisolasi oleh banjir.
Layanan dapur umum tidak hanya menyasar masyarakat secara umum, tetapi juga memprioritaskan kelompok rentan seperti balita, lansia, dan ibu hamil. Upaya ini dilakukan agar warga tetap memperoleh makanan bergizi meskipun berada dalam situasi darurat.
Penguatan Operasi SAR dan Bantuan Peralatan
Selain mendirikan dapur umum, Polda Aceh juga mengerahkan peralatan SAR seperti perahu karet dan tim penyelamat ke berbagai titik terdampak. Peralatan tersebut digunakan untuk membantu proses evakuasi warga yang masih terjebak banjir maupun yang membutuhkan pertolongan cepat.
Penambahan personel BKO ke wilayah terparah dilakukan untuk mempercepat operasi penyelamatan dan pemulihan awal. Polda Aceh memastikan seluruh unit bekerja secara terpadu agar masyarakat dapat segera mendapatkan bantuan dan perlindungan.
Himbauan untuk Tetap Waspada
Joko mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir susulan. Ia meminta warga mengikuti arahan petugas di lapangan untuk menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan.
Masyarakat juga diharapkan tidak ragu menghubungi aparat jika membutuhkan pertolongan. Polda Aceh memastikan seluruh personel tetap siaga untuk merespons berbagai kondisi darurat selama masa bencana berlangsung.





