BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Aceh pada 5–10 Desember 2025

Ilustrasi : Banjir Rob Di Jakarta

Lingkanews.com | Banda Aceh — BMKG Aceh memperingatkan potensi banjir rob yang dapat terjadi di sejumlah wilayah pesisir Aceh pada 5–10 Desember 2025. Peringatan ini muncul setelah BMKG melihat adanya kombinasi faktor atmosfer yang menguat sejak awal pekan.

BMKG meminta masyarakat pesisir meningkatkan kewaspadaan. Kondisi pasang maksimum dan hujan di beberapa wilayah berpotensi memperbesar genangan di kawasan rendah.

Wilayah Rawan dan Prediksi Dampaknya

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Aceh, Anang Heriyanto, menjelaskan bahwa beberapa kecamatan masuk ke dalam zona rawan. Wilayah tersebut yaitu Johan Pahlawan di Meulaboh, Jangka di Bireuen, serta Banda Sakti dan Muara Satu di Lhokseumawe.

Selain itu, BMKG juga mencatat risiko serupa di Tapak Tuan (Aceh Selatan), Tangan-tangan (Aceh Barat Daya), Idi Rayeuk (Aceh Timur), dan Semadam (Aceh Utara). Setiap wilayah berpotensi mengalami genangan saat puncak pasang pada pagi dan malam hari.

Anang menegaskan bahwa masyarakat perlu memantau kondisi air laut secara rutin dan segera menyelamatkan barang penting jika tinggi muka air meningkat.

Curah Hujan dan Faktor Atmosfer yang Menguat

Pada hari yang sama, BMKG juga memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah kabupaten. Daerah yang berpotensi diguyur hujan meliputi Pidie, Pidie Jaya, Aceh Besar, Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Jaya, Subulussalam, Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara.

Menurut Anang, beberapa kondisi atmosfer ikut memperkuat potensi hujan. Suhu permukaan laut meningkat, pola belokan angin semakin jelas, dan dipole mode negatif masih bertahan di Samudera Hindia. Faktor-faktor tersebut memicu pembentukan awan hujan dalam jumlah besar.

Selain itu, curah hujan yang turun bersamaan dengan pasang maksimum dapat mempercepat terbentuknya aliran permukaan dan memperbesar risiko banjir rob.

Modifikasi Cuaca untuk Mengurangi Risiko

Sebagai langkah mitigasi, BMKG melakukan operasi modifikasi cuaca di beberapa wilayah. Petugas menyasar perairan utara Aceh, Aceh Tengah, Aceh Jaya, Aceh Barat, Pidie Jaya, Bireuen, dan Bener Meriah.

Operasi ini bertujuan mengurangi peluang terbentuknya hujan dengan intensitas tinggi pada wilayah yang rentan. Selain itu, kegiatan ini membantu mengalihkan pertumbuhan awan ke area yang tidak berisiko.

Menurut BMKG, langkah ini penting untuk menekan dampak banjir yang sebelumnya telah melanda sejumlah daerah di Aceh.

Imbauan BMKG untuk Warga Pesisir

BMKG meminta masyarakat di kawasan pesisir memantau informasi cuaca dari sumber resmi. Selain itu, warga diminta menghindari aktivitas di tepi pantai selama periode 5–10 Desember.

Di sisi lain, pemerintah daerah diminta memperkuat jalur komunikasi di desa pesisir agar informasi peringatan dini dapat tersampaikan dengan cepat. Upaya ini penting untuk mengurangi risiko korban serta mempercepat langkah evakuasi jika diperlukan.

BMKG menegaskan bahwa masyarakat harus tetap siaga meskipun kondisi cuaca terlihat normal pada siang hari. Pasang maksimum berpotensi terjadi pada malam hari sehingga warga perlu menjaga kondisi lingkungan tetap aman.

Daftar Wilayah Berpotensi Banjir Rob (5–10 Desember 2025)

  • Johan Pahlawan – Kota Meulaboh

  • Jangka – Kabupaten Bireuen

  • Banda Sakti – Kota Lhokseumawe

  • Muara Satu – Kota Lhokseumawe

  • Tapak Tuan – Kabupaten Aceh Selatan

  • Tangan-tangan – Aceh Barat Daya

  • Idi Rayeuk – Pesisir Aceh Timur

  • Semadam – Kabupaten Aceh Utara

Wilayah lain seperti Pidie, Pidie Jaya, Aceh Besar, Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Jaya, Subulussalam, Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara juga berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang.

Berikan Komentar
error: Content is protected !!