Dosen Muda STIKes MNI Pidie Curhat ke Kapolda Aceh Saat Banjir Melanda: Empat Hari Kehilangan Kontak Orangtua

Kapolda Aceh mendengarkan keluh kesah dosen muda STIKes MNI Pidie saat singgah di warung kopi pada Sabtu, 29 November 2025.

Lingkanews.com | Pidie — Seorang dosen muda dari STIKes Medika Nurul Islam (MNI) Pidie, Salbiah (28), menyampaikan kegundahan hatinya kepada Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah di tengah situasi darurat banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh.

Pertemuan emosional itu terjadi ketika Kapolda Aceh singgah di sebuah warung kopi sebelum menuju lokasi terdampak bencana di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya pada Sabtu, 29 November 2025.

Suara Hati Seorang Anak di Tengah Bencana

Salbiah mengaku sangat cemas karena sudah empat hari tidak dapat menghubungi kedua orangtuanya yang tinggal di Idi, Aceh Timur. Akses jalan terputus, layanan komunikasi lumpuh, dan listrik padam akibat banjir membuatnya kehilangan kabar selama berhari-hari.

Ia menjelaskan bahwa terakhir berkomunikasi dengan orangtuanya pada Rabu, 26 November 2025, sekitar pukul 10.00 WIB. Pada saat itu, kondisi banjir semakin parah dan listrik di wilayah tersebut telah padam.

Dalam pertemuan singkat itu, Salbiah menyampaikan keresahannya dengan suara bergetar. Ia berharap Kapolda dapat membantu memperoleh informasi mengenai kondisi orangtuanya di Aceh Timur.

Respons Tenang Kapolda Aceh

Kapolda Aceh meminta Salbiah tetap tenang dan bersabar menghadapi situasi darurat tersebut. Ia menjelaskan bahwa hampir seluruh wilayah yang terdampak banjir mengalami kendala serupa, termasuk gangguan jaringan dan akses jalan yang terputus.

Meskipun begitu, Kapolda memastikan bahwa pihak kepolisian terus berupaya memulihkan kondisi dan memperbaiki akses komunikasi serta transportasi di daerah terdampak. Ia menyatakan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana kali ini.

Jenderal bintang dua itu juga menegaskan komitmennya untuk membantu menjawab kekhawatiran Salbiah. Ia berjanji akan segera berkoordinasi dengan jajaran di Aceh Timur untuk mendapatkan informasi terbaru dari kawasan Idi.

Banyak Warga Alami Situasi Serupa

Kapolda menyebutkan bahwa kisah Salbiah hanyalah satu dari banyak cerita pilu warga yang terdampak banjir di Aceh. Banyak masyarakat yang juga kehilangan akses komunikasi, tempat tinggal, dan harta benda, bahkan beberapa keluarga masih menunggu kabar anggota keluarga yang belum ditemukan.

Menurutnya, kondisi ini menjadi ujian berat bagi masyarakat Aceh. Namun, ia meminta semua pihak tetap kuat dan saling mendukung agar penanganan bencana dapat berjalan lancar.

Situasi darurat yang meluas ini menuntut kerja sama dan kesabaran dari seluruh warga, karena proses pemulihan kemungkinan membutuhkan waktu lebih panjang.

Upaya Penanganan Banjir Terus Digenjot

Polda Aceh bekerja bersama TNI, BPBD, SAR, dan berbagai instansi terkait untuk mempercepat penanganan bencana. Mereka mengerahkan personel dan peralatan SAR untuk membuka akses ke daerah yang masih terisolasi akibat banjir besar.

Proses pencarian korban dan evakuasi terus dilakukan, sementara tim lainnya bergerak memastikan distribusi logistik menjangkau seluruh titik terdampak. Setiap hari, petugas lapangan bekerja menghadapi medan berat dan cuaca yang belum bersahabat.

Kapolda berharap masyarakat terus memberikan doa dan dukungan agar seluruh proses penanggulangan bencana dapat berjalan cepat, aman, dan tepat sasaran. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak berkomitmen penuh bekerja tanpa henti demi keselamatan warga Aceh.

Berikan Komentar
error: Content is protected !!