Pemerintah Aceh Klarifikasi Isu Surat Pernyataan Bupati-Wali Kota Terkait Penanganan Bencana Hidrometeorologi dan Status Darurat
Lingkanews.com | Banda Aceh — Pemerintah Aceh memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya surat pernyataan dari sejumlah bupati dan wali kota yang menyatakan ketidakmampuan penanganan bencana hidrometeorologi di wilayah masing-masing. Klarifikasi itu disampaikan untuk mencegah salah tafsir publik di tengah situasi bencana yang masih berlangsung.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menegaskan bahwa pernyataan ketidakmampuan daerah merupakan salah satu syarat administratif untuk meningkatkan status bencana menjadi darurat tingkat provinsi. Ia menekankan bahwa dokumen itu bukan bentuk kegagalan daerah, melainkan bagian dari prosedur resmi dalam penanganan bencana berskala besar.
Keputusan Gubernur Aceh dan Penetapan Status Darurat Provinsi
Pemerintah Aceh bergerak cepat setelah menerima surat dari kabupaten/kota. Gubernur Aceh telah mengeluarkan keputusan resmi yang menetapkan banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah sebagai darurat bencana tingkat provinsi.
Penetapan itu dilakukan setelah pemerintah memastikan bahwa kapasitas penanganan kabupaten/kota tidak lagi memadai. Dengan status darurat provinsi, mobilisasi sumber daya, pasokan logistik, dan pengerahan personel menjadi lebih terkoordinasi dan terintegrasi.
Bantahan Terkait Kaitan Penetapan Status Nasional
Muhammad MTA meluruskan isu yang berkembang bahwa surat pernyataan bupati/wali kota akan otomatis menjadi dasar penetapan darurat bencana nasional oleh Presiden. Ia menyebut informasi tersebut tidak benar dan berpotensi memicu kesalahpahaman di masyarakat.
“Tidak ada hubungan langsung antara pernyataan tersebut dengan penetapan status darurat bencana nasional,” ujar Muhammad MTA, Senin (1/12/2025). Ia menekankan bahwa penetapan status nasional sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat berdasarkan penilaian skala dan dampak bencana.
Presiden Prabowo Tinjau Lokasi Terdampak di Sumatera
Di tengah polemik informasi, Presiden Prabowo dijadwalkan meninjau sejumlah titik terdampak banjir di Sumatera, termasuk di Aceh. Kunjungan itu bertujuan memastikan penanganan lapangan berjalan efektif serta melihat langsung kebutuhan mendesak masyarakat.
Pemerintah Aceh menyebut proses koordinasi dengan pusat tetap berjalan intensif. Seluruh lembaga kebencanaan bekerja dalam satu komando terpadu untuk percepatan distribusi bantuan, evakuasi, dan pemulihan daerah terdampak.
Ajakan Pemerintah Aceh untuk Tetap Fokus pada Penanganan Bencana
Muhammad MTA meminta masyarakat tidak terpengaruh informasi simpang siur yang beredar selama masa penanganan bencana. Pemerintah mengajak semua pihak memperkuat solidaritas dan mendukung upaya percepatan pemulihan.
“Kami berharap seluruh elemen masyarakat tetap fokus pada upaya penanganan bencana. Dukung selalu pemerintah dalam langkah penanganan ini,” tutupnya.





