Pelayanan Tidak Berhenti: Polres Aceh Tamiang Tetap Layani Warga Meski Mako Dipenuhi Lumpur

Personel Polres Aceh Tamiang tetap melayani warga di posko darurat meski mako dipenuhi lumpur pada Rabu, 10 Desember 2025.

Lingkanews.com | Kualasimpang — Bencana banjir yang melanda wilayah Aceh Tamiang merendam permukiman warga dan memenuhi halaman Markas Polres Aceh Tamiang dengan lumpur. Situasi tersebut tidak menghentikan para personel untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan maupun ingin melapor.

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi, memastikan bahwa Polres tetap beroperasi melalui posko tanggap darurat meskipun mako dalam kondisi terdampak. Ia menegaskan bahwa kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Pelayanan Tetap Berjalan di Tengah Kondisi Darurat

Para personel menjalankan tugas di tengah suasana mako yang belum pulih. Lantai yang dipenuhi lumpur dan fasilitas yang rusak tidak membuat mereka menghentikan pelayanan publik. Mereka menata ulang ruang seadanya agar tetap bisa menerima warga.

AKBP Muliadi mengatakan bahwa posko darurat menjadi pusat pelayanan sementara. Para petugas tetap menerima laporan dan permintaan bantuan dari masyarakat setiap hari. Ia menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan ruang untuk mencari keadilan, sehingga Polri wajib hadir mendampingi mereka.

Laporan Warga Tetap Ditangani

Pada Rabu, 10 Desember 2025, Polres menerima laporan dugaan penganiayaan dari seorang warga. Seorang polwan bertugas mencatat laporan tersebut meskipun fasilitas masih dalam tahap pemulihan. Langkah itu menunjukkan bahwa pelayanan hukum tidak boleh berhenti meski petugas menghadapi keterbatasan.

Menurut Muliadi, setiap laporan yang masuk harus tetap diproses sesuai prosedur. Ia menyebut bahwa kondisi bencana tidak dapat menjadi alasan untuk menunda kewajiban aparat. Warga tetap berhak mendapatkan perlindungan dan kepastian hukum dalam situasi apa pun.

Personel Prioritaskan Kemanusiaan

Para personel bekerja dengan kondisi seragam yang berdebu dan sepatu yang dipenuhi lumpur. Mereka tetap berdiri di meja pelayanan darurat untuk menerima masyarakat yang datang dengan berbagai keluhan. Situasi tersebut memperlihatkan dedikasi aparat dalam melayani warga di tengah keterbatasan.

Muliadi menyebut bahwa semangat personel merupakan cerminan komitmen Polri terhadap tugas kemanusiaan. Ia mengapresiasi keteguhan para anggota yang memilih tetap fokus melayani warga meskipun markas mereka sendiri mengalami kerusakan akibat banjir.

Polri Pastikan Pelayanan Tidak Boleh Terhenti

AKBP Muliadi menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan kehadiran aparat terutama dalam masa sulit. Ia menyatakan bahwa banjir tidak menghentikan Polri untuk menjalankan pelayanan publik. Menurutnya, kehadiran polisi harus terlihat dalam kondisi normal maupun darurat.

Ia menutup pernyataannya dengan menyebut bahwa pelayanan publik harus terus berjalan demi memberikan rasa aman kepada masyarakat. Polres Aceh Tamiang akan tetap melayani warga hingga situasi kembali normal.

Berikan Komentar
error: Content is protected !!