Publik Pertanyakan Pemadaman Listrik Meluas di Tengah Penanganan Banjir Aceh
Lingkanews.com | Banda Aceh — Pemadaman listrik meluas ke berbagai kabupaten dan kota di Aceh pada Jumat, 5 Desember 2025. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar karena pemadaman tidak hanya terjadi di wilayah banjir, tetapi juga di daerah yang tidak terdampak sama sekali.
Masyarakat mempertanyakan alasan pemadaman berulang dan berlangsung lama. Kondisi ini terjadi tanpa pola yang jelas dan tanpa penjelasan resmi yang memadai dari pihak PLN.
Pemadaman Meluas Tanpa Pola Jelas
Warga melaporkan bahwa pemadaman muncul tiba-tiba, berlangsung lama, lalu hidup sebentar sebelum kembali padam. Situasi ini terjadi berulang kali di beberapa wilayah yang tidak terdampak banjir.
Ketiadaan jadwal pemadaman dan tidak adanya pembagian zona memicu keresahan publik. Banyak warga menganggap kondisi ini sebagai pemadaman massal tanpa perencanaan yang jelas. Mereka menilai PLN tidak memberikan informasi yang transparan mengenai alasan teknis di balik gangguan listrik tersebut.
Publik Menuntut Transparansi dan Penjelasan Resmi
Masyarakat memahami bahwa banjir besar mengganggu infrastruktur kelistrikan di beberapa daerah. Namun, mereka meminta kejelasan terkait pemadaman yang terjadi di wilayah normal. Warga mendesak PLN menyampaikan jadwal pemadaman secara terbuka agar mereka bisa mengatur kebutuhan sehari-hari.
Permintaan publik semakin kuat karena banyak aktivitas yang bergantung pada listrik. Tanpa pemberitahuan, warga merasa kewalahan dalam menjalankan pekerjaan dan kebutuhan rumah tangga.
Kritik Pemerhati Kebijakan Publik
Pemerhati Kebijakan Publik dan Sosial Aceh, Isa Alima, menyuarakan keresahan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa pelayanan PLN tidak boleh terhenti hanya karena bencana terjadi di beberapa wilayah.
“PLN harus dan wajib memberikan pelayanan prima pada warga pasca banjir. Jangan jadikan alasan banjir untuk mematikan seantero Aceh! Kami menderita dengan kondisi ‘kadang kala tiba, hidup tak lama, tiba-tiba mati pula’ tanpa berita dan aba-aba,” ujar Isa Alima.
Ia menegaskan bahwa masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang adil. Isa menilai bahwa PLN perlu membangun komunikasi lebih baik untuk menghindari keresahan berulang di tengah kondisi darurat.
Harapan Warga: Kejelasan dan Pemerataan
Warga hanya menginginkan kepastian. Dalam kondisi penuh tantangan akibat banjir, listrik tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga simbol perhatian. Mereka berharap PLN memperbaiki pola penanganan, menyampaikan informasi resmi, dan memastikan pemerataan suplai listrik.
Masyarakat juga meminta PLN meninjau ulang skema pengalihan beban secara berkala agar pemadaman tidak menumpuk di wilayah tertentu. Transparansi dan komunikasi diharapkan menjadi bagian dari solusi menyeluruh.





