Polda Aceh Imbau Warga Waspadai Dampak Siklon Tropis Kalmaegi
Lingkanews.com | Banda Aceh — Polda Aceh meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman cuaca ekstrem yang dipicu oleh Siklon Tropis Kalmaegi. Fenomena ini menyebabkan potensi hujan lebat, angin kencang, dan petir di sejumlah wilayah Aceh dalam beberapa hari ke depan.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, mengatakan imbauan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan BMKG Aceh. Ia menegaskan, masyarakat perlu bersiap menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Siklon Tropis Kalmaegi Pengaruhi Pola Cuaca Aceh
Menurut Joko, Siklon Tropis Kalmaegi yang aktif di Laut Cina Selatan memengaruhi pola angin dan tekanan udara di sekitar wilayah barat Indonesia. Dampak tidak langsungnya kini dirasakan di Aceh melalui peningkatan intensitas hujan.
“Siklon Kalmaegi baru saja menyebabkan banjir besar dan korban jiwa di Filipina. Kini, Aceh turut terdampak dengan potensi hujan deras disertai angin kencang di wilayah barat dan selatan,” ujar Joko. Ia menambahkan, pola cuaca tersebut dapat berlangsung selama beberapa hari ke depan jika sirkulasi angin belum stabil.
Selain itu, BMKG juga memantau bibit siklon baru di Samudra Pasifik yang berpotensi memperburuk kondisi cuaca di wilayah barat Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap siaga dan tidak menyepelekan peringatan dini dari BMKG.
BMKG Terbitkan Peringatan Dini untuk Wilayah Aceh
BMKG mengeluarkan peringatan dini pada Kamis (6/11/2025) pukul 06.20 WIB. Laporan tersebut menyebutkan adanya potensi hujan deras disertai petir dan angin kencang di beberapa daerah, antara lain Lhoong, Lhoknga, Peukan Bada, Pulo Aceh, dan Leupung di Kabupaten Aceh Besar, serta Jaya di Kabupaten Aceh Jaya.
Kondisi serupa juga mungkin terjadi di wilayah Indrapuri, Montasik, Sukamakmur, Darul Imarah, Ingin Jaya, Jantho, Cot Glie, Kuta Malaka, Simpang Tiga, dan Darul Kamal di Aceh Besar. Sementara itu, di Banda Aceh, kawasan Baiturrahman, Kuta Alam, Meuraxa, Syiah Kuala, Lueng Bata, Kuta Raja, Banda Raya, Jaya Baru, dan Ulee Kareng juga termasuk wilayah yang perlu diwaspadai.
Polda Aceh Perkuat Kesiapsiagaan Personel
Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, Polda Aceh menyiagakan seluruh jajaran Polres dan Polsek agar siap membantu masyarakat. Personel di lapangan kini melakukan pengecekan peralatan evakuasi, memantau daerah rawan banjir, serta memastikan akses transportasi tetap aman.
“Kami sudah menugaskan anggota di setiap titik rawan untuk membantu warga bila terjadi bencana. Polda Aceh juga berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait agar penanganan lebih cepat dan tepat,” kata Joko. Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan aparat menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko korban dan kerugian.
Masyarakat Diminta Utamakan Keselamatan
Polda Aceh mengingatkan warga agar tidak berteduh di bawah pohon saat hujan deras, serta menjauh dari daerah rawan longsor dan banjir. Selain itu, para nelayan juga diminta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut agar tidak terjebak badai di tengah laut.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jika cuaca buruk, tunda dulu aktivitas berisiko tinggi. Kami ingin semua warga tetap aman,” ujar Joko. Ia berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan aparat untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang timbul akibat cuaca ekstrem.
Dengan kesiapsiagaan bersama, Polda Aceh optimis dampak Siklon Tropis Kalmaegi dapat dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa atau kerugian besar.





