Polres Pidie Jaya Pastikan Proses Hukum Dugaan Penganiayaan Wakil Bupati Berjalan Transparan
Lingkanews.com | Pidie Jaya — Kepolisian Resor (Polres) Pidie Jaya menegaskan langkah cepat dalam menindaklanjuti laporan dugaan penganiayaan yang melibatkan Wakil Bupati Pidie Jaya, berinisial HB. Laporan ini berasal dari Muhammad Reza (26), Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gampong Sagoe, Kecamatan Trienggadeng.
Kasus ini mencuat setelah Reza melapor ke SPKT Polres Pidie Jaya pada Jumat, 31 Oktober 2025. Ia mengaku mengalami kekerasan di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik SPPG Sagoe pada Kamis malam, 30 Oktober 2025.
Polisi Bergerak Cepat Tangani Laporan
Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu menyatakan kepolisian langsung memproses laporan tersebut tanpa menunda waktu. Ia menegaskan penyidik akan memeriksa kasus itu secara profesional, objektif, dan terbuka kepada publik.
“Kami menerima laporan dan langsung menugaskan penyidik untuk menindaklanjutinya. Proses hukum berjalan sesuai aturan, dan kami pastikan transparan,” ujar Ahmad Faisal.
Ia juga menekankan bahwa setiap laporan masyarakat wajib ditindaklanjuti secara cepat agar kepercayaan publik terhadap kepolisian tetap terjaga. Karena itu, Polres Pidie Jaya memastikan seluruh tahapan penyelidikan berlangsung sesuai hukum.
Tim Penyidik Panggil Saksi dan Kumpulkan Bukti
Setelah menerima laporan, penyidik Satreskrim Polres Pidie Jaya memanggil beberapa saksi untuk memberikan keterangan. Mereka juga mengumpulkan barang bukti yang dapat memperkuat penyelidikan.
“Tim sudah bekerja di lapangan. Kami akan memeriksa semua pihak yang mengetahui peristiwa tersebut,” kata Ahmad Faisal.
Ia menambahkan bahwa kepolisian berkomitmen menjaga keadilan bagi seluruh pihak. Menurutnya, penegakan hukum hanya bisa terwujud bila penyelidikan dilakukan secara jujur dan terukur.
Kapolres Tegaskan Netralitas dan Profesionalisme
Kapolres menegaskan Polres Pidie Jaya bekerja tanpa intervensi siapa pun. Ia menyebut jabatan tidak dapat menjadi pelindung hukum bagi pelaku, termasuk pejabat daerah.
“Hukum berlaku sama untuk semua orang. Kami tidak membeda-bedakan siapa pun,” tegasnya.
Ia juga memastikan hasil pemeriksaan akan diumumkan secara terbuka agar masyarakat mengetahui perkembangan perkara. “Kami ingin publik melihat proses hukum berjalan adil dan transparan,” katanya lagi.
Jaga Kondusivitas Selama MTQ Berlangsung
Menutup pernyataannya, Kapolres mengimbau masyarakat menjaga keamanan selama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-37 tingkat Provinsi Aceh di Pidie Jaya. Ia berharap kegiatan keagamaan itu berlangsung lancar dan damai.
“Mari kita dukung pelaksanaan MTQ dengan menjaga keamanan bersama. Suasana kondusif membantu aparat bekerja lebih fokus,” ujarnya.
Kapolres menilai dukungan masyarakat penting untuk menjaga citra Pidie Jaya sebagai daerah religius dan aman. Ia mengingatkan, ketenangan wilayah menjadi modal utama keberhasilan setiap kegiatan.





