BNPB Rilis Data Terkini Korban Bencana Hidrometeorologi di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Banjir bandang dan longsoran yang menghancurkan permukiman warga

Lingkanews.com | Banda Aceh — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan terbaru terkait korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Laporan terkini yang disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto mencatat kondisi cuaca di tiga provinsi tersebut sudah kembali cerah pada Jumat, 28 November 2025.

Laporan BMKG menunjukkan bahwa Siklon Tropis Senyar telah bergerak menjauhi wilayah Indonesia menuju Malaysia. Pemerintah juga terus melakukan modifikasi cuaca untuk menekan risiko hujan susulan sebagai langkah mitigasi di kawasan terdampak.

Upaya Modifikasi Cuaca dan Ketersediaan Armada Udara

BNPB menugaskan masing-masing satu pesawat modifikasi cuaca di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Selain itu, satu pesawat cadangan disiapkan untuk dikerahkan apabila diperlukan guna mendukung pelaksanaan rekayasa cuaca di lapangan.

Keberadaan armada tersebut menjadi bagian penting dalam upaya penanganan bencana skala besar, mengingat banyak wilayah mengalami kerusakan akses jalan dan terputusnya jaringan komunikasi. Pengerahan pesawat dilakukan untuk mengurangi curah hujan, menstabilkan kondisi atmosfer, serta mendukung operasi kemanusiaan.

Sumatra Utara Catat Korban Terbanyak

BNPB melaporkan bahwa Sumut menjadi wilayah dengan korban jiwa terbanyak. Sebanyak 116 orang meninggal dunia, sementara 42 warga lainnya masih dalam pencarian hingga sore hari. Lebih dari 1.000 KK turut mengungsi akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah.

Tapanuli Tengah disebut sebagai wilayah yang paling terdampak, termasuk hilangnya sinyal komunikasi di sebagian besar titik. Untuk mengatasi kendala tersebut, BNPB telah mengirimkan paket Starlink guna memulihkan jaringan komunikasi serta mempercepat koordinasi di lapangan. Selain itu, bantuan berupa makanan siap saji, peralatan evakuasi, kapal karet, dan perlengkapan pengungsian juga terus disalurkan.

Penanganan Darurat di Aceh Masih Terkendala Akses

Untuk wilayah Aceh, data sementara mencatat 35 korban meninggal dunia, 25 orang hilang, dan 8 warga mengalami luka-luka. Jumlah pengungsi tercatat mencapai 4.846 KK dan diperkirakan bertambah mengingat banyak daerah yang belum bisa dijangkau oleh tim penanganan.

BNPB melaporkan sejumlah titik akses darat masih terputus, termasuk jalur perbatasan Sumut–Aceh dan beberapa ruas utama di Banda Aceh, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Gayo Lues. Di empat titik, jalur darat dilaporkan rusak parah sehingga menyulitkan pengiriman bantuan logistik dan evakuasi.

Komunikasi darurat di Aceh kini telah terbantu oleh penggunaan perangkat Starlink sehingga koordinasi penanganan dapat dilakukan lebih lancar dibandingkan sebelumnya. Bantuan logistik seperti makanan siap saji, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya terus dikirimkan ke daerah yang terdampak luas.

Korban Jiwa di Sumbar Lebih Rendah Dibandingkan Aceh dan Sumut

Sumatra Barat mencatat korban jiwa sebanyak 23 orang meninggal dunia, 12 hilang, dan 4 mengalami luka-luka. BNPB menyebutkan bahwa dampak bencana di Sumbar relatif lebih ringan dibandingkan Sumut dan Aceh, namun tetap membutuhkan penanganan intensif.

Sebanyak 3.900 KK di Sumbar mengungsi, terutama dari wilayah Padang Pariaman, Solok, Padang, dan Tanah Datar. Seperti di dua provinsi lainnya, prioritas penanganan BNPB di Sumbar juga difokuskan pada evakuasi korban, pemulihan akses jalan, serta percepatan distribusi logistik ke wilayah yang terdampak paling parah.

Berikan Komentar
error: Content is protected !!